Biaya Umroh Dalam Rupiah

Berapa Biaya Umroh Saat Ini Dalam Rupiah

Banyak yang bertanya-tanya mengenai standar biaya umroh dalam rupiah. Informasi ini penting diajukan oleh masyarakat mengingat sikap kehati-hatian dalam memilih paket umroh yang dipromosikan oleh travel-travel umroh, terutama kasus FT muncul di permukaan dan menjadi viral di media massa nasional membuat masyarakat semakin waspada terhadap travel nakal.

Kementerian agama mulai angkat bicara dengan menetapkan standar minimal biaya umroh. Melalui PMA no. 8 tahun 2018, kemenag menetapkan minimal biaya umroh 20 juta dengan fasilitas minimal standar. Lalu bagaimana dengan harga paket dibawah 20 juta, disinilah masyarakat perlu diberikan pengetahuan mengenai biaya umroh yang masuk akal. Sebenarnya dalam melihat harga paket umroh,variabel pembentukan harganya sudah kelihatan dan bisa di cari di internet. Silahkan disimak dibawah ini.

  1. Tiket Pesawat PP

Cobalah cek di situs-situs pembelian tiket pesawat yang secara khusus menjual tiket pesawat menuju Jeddah, semisal saudia.com, garuda-indonesia.com, Malaysia airlines dll. Lihat harga tiket pesawat di tanggal-tanggal tertentu. Harga tiket pesawat PP mengambil porsi 70 % dari harga paket, apabila ada paket umroh yang mengambil harga hampir menyamai harga tiket pesawat PP hendaknya jamaah perlu mewaspadai paket tersebut. Apalagi jika paket tersebut berada di waktu high season pemberangkatan umroh

      2. Transit dan direct

Penerbangan transit tentu biaya lebih kecil dibanding dengan penerbangan direct. Misal, jamaah transit terlebih dahulu ke Singapore, Thailand , Malaysia atau Negara lainnya. Penerbangan semacam ini biaya lebih murah tetapi lebih lama di perjalanan dan lebih melelahkan. Disarankan untuk jamaah yang tua tidak mengambil rute transit karena resiko kecapekan dan keterlambatan. Penerbangan direct Jeddah tentu lebih murah dibanding dengan direct Madinah. Bagi jamaah yang ke Madinah tentu akan naik bis selama 6 jam dari Jeddah ke Madinah.

      3. Hotel bintang 3, 4 dan 5

Tempat menginap jamaah umroh terdiri dari berbagai macam kelas dari bintang 3 sampai 5.

Hotel bintang 5 biasanya paling dekat dengan Masjidil Haram dan Nabawi tapi tentunya harga ditawarkan lebih mahal dibandingkan dengan bintang 3 dan 4. Jamaah cukup mengutamakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi. Jikalau jaraknya jauh, Tanyakan ke travel apakah menyediakan shuttle bus ke area Masjidil Haram dan Nabawi. Jikalau menyediakan hendaknya tidak ditempuh kurang dari 5 menit dari hotel ke area Masjid guna menghindari kelelahan. Sebenarnya hotel dengan shuttle bus ini cukup nyaman karena jamaah tinggal duduk 4 menit dan sudah sampai di area Masjidil Haram sehingga tidak perlu berjalan kaki cukup jauh dari hotel.

       4. Visa umroh dan progresif

Apabila jamaah sudah pernah umroh sebelumnya didalam kurun waktu 2 tahun ini maka jamaah akan terkena visa progresif sebesar 2000 riyal atau 7-8 juta untuk tiap pemberangkatan. Biaya visa progresif dikenakan diluar paket umroh. Berbeda halnya jika jamaah belum pernah umroh maka tidak akan terkena visa progresif. Jamaah bisa memeriksa status visa progresif dengan klik link ini :

https://eservices.haj.gov.sa/eservices3/pages/VisaPaymentInquiry/VisaInquiry.xhtml?dswid=-5706

cukup masukan no. paspor dan pilih nationality maka jamaah akan mengetahui apakah terkena visa progresif atau tidak.

       5. Harga dollar atau rupiah

Travel yang memasang harga dollar bisa dikonversi ke rupiah dengan menggunakan kurs yang telah ditetapkan oleh travel. Alasan memasang dollar lebih memudahkan dalam pembayaran fasilitas dan akomodasi umroh selama di Tanah suci. Tentu saja travel masih menerima rupiah sebagai pembayaran sehingga pembayaran paket umroh kadang mahal dan kadang murah tergantung perubahan kurs yang terjadi. Jamaah bisa menanggulangi ini dengan cara menukarkan rupiah ke dollar berdasarkan nilai kurs dollar yang paling murah ditetapkan oleh Bank. Jamaah tinggal membayar ke travel dalam bentuk dollar.

       6. Waktu keberangkatan (High Season atau Low Season )

Jamaah yang ingin berangkat umroh hendaknya memperhatikan cuaca di Arab dan bulan di Indonesia. Saudi Arabia memliki iklim gurun dengan musim panas berlangsung dari Juni-Agustus, Musim dingin berlangsung November-Januari dan kondisi normal seperti di Indonesia berlangsung Februari-Mei. Bagi jamaah yang mengejar pahala di bulan ramadhan dan masih sehat berangkatlah di bulan ramadhan. Karena di bulan ini Pahalanya sama besar dengan pahala haji. Tetapi tidak berarti mengantikan ibadah haji sebagai rukun Islam. Anda tetap wajib berhaji jika mampu walaupun sudah melakukan ibadah umroh di bulan ramadhan.

Sementara untuk Indonesia, hendaknya memperhatikan musim liburan. Apabila dilakukan di musim liburan terutama musim libur sekolah atau cuti bersama maka bisa dipastikan harga Paket cenderung mahal dan kerumunan massa di Masjidil Haram dan Nabawi lebih padat.

Demikian uraian singkat mengenai biaya umroh. Hendaknya jamaah bisa mengenal  biaya umroh dengan memeriksa tiket pesawat, waktu keberangkatan, penerbangan transit atau direct, hotel, dan visa progresif agar tidak termakan paket umroh murah dan berakhir ke dalam ketidakpastian berangkat.